LAPORAN KEGIATAN PEMBELAJARAN LUAR KELAS

May 19th, 2017 by nicorich Leave a reply »

PEMBELAJARAN LUAR KELAS

CBDC – TFI

Character Building  KEWARGANEGARAAN

 

KEGIATAN – KEGIATAN PEDULI TERHADAP LINGKUNGAN

Image result for binus logo

 

 

Mengajar Anak-Anak Yayasan Bina Insan Gemilang untuk Menjadi Warga Negara Indonesia yang Baik

 

 

Identitas Kelompok

 

Nim Nama Jabatan (ketua, sekretaris, anggota)
2001559135 Nico Richardo Ketua
2001537393 Daniel Laoh Sekretaris
2001544902 Timoteus Dennis Anggota
2001559103 Linando Saputra Anggota
2001560042 Tandi Wijaya Anggota
2001573253 William Sidarta Anggota

 

 

 

Kelas LJ01

 

 

 

BINUS UNIVERSITY

2017


HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL/LAPORAN AKHIR

 

Project Luar Kelas Character Bulidng Kewarganegaraan

 

 

1. Judul Project : Mengajar Anak-Anak Yayasan Bina Insan Gemilang untuk Menjadi Warga Negara yang Baik
2 Lokasi Project : Yayasan Bina Insan Gemilang
3 Kelompok target kegiatan : Anak-anak TK/SD/SMP
4. Nama Anggota Kelompok : 1.  Nico Richardo
. : 2.  Daniel Laoh
: 3.  Timoteus Dennis
: 4.  Linando Saputra
 

 

:

:

5.  Tandi Wijaya

6.  William Sidarta

 

5 Mata Kuliah : Character Building Kewarganegaraan
6 Kelas : LJ01
7. Dosen : Yuliana Tan Yulie

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta,20 Mei 2017

 

Mengetahui

 

 

 

 

( ……………………………………………..)

Yuliana Tan Yulie

 

Ketua Kelompok

 

 

 

 

(…………………………………………….)
Nico Richardo

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL/LAPORAN AKHIR.. i

DAFTAR ISI. ii

BAB I  PENDAHULUAN.. 1

I.A Latar Belakang. 1

I.B Permasalahan. 2

I.C Rencana Kegiatan. 3

BAB II METODE KEGIATAN.. 5

II.A Pengawalan dan Penutupan Kelas. 5

II.B Pembelajaran di Kelas. 5

II.C Permainan Mendidik. 6

BAB III KONSEP. 7

III.A Pendidikan Kewarganegaraan dan Tujuannya. 7

III.B Warga Negara dan Kewarganegaraan. 8

III.C Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia. 9

III.D Menjadi Warga Negara Indonesia yang Baik. 10

BAB IV PELAKSANAAN KEGIATAN.. 12

IV.A Deskripsi 12

IV.B Lokasi Kegiatan. 12

IV.C Waktu Kegiatan. 12

IV.D Mekanisme Kegiatan. 13

IV.E Pihak – Pihak yang dilibatkan. 13

BAB V PENUTUP. 14

V.A Kesimpulan. 14

V.B Saran dan Refleksi 14

REFERENSI. 17

LAMPIRAN.. 18

Lampiran 1: Notulensi Kegiatan Diskusi Kelompok. 18

  1. Tema Diskusi 18
  2. Tempat dan Waktu Diskusi 18
  3. Peserta Diskusi 18
  4. Kesimpulan Diskusi Kelompok. 19

Lampiran 2: Survey Lokasi 19

  1. Lokasi Yang Disurvey. 19
  2. Peserta Survey: 19
  3. Pihak yang dijumpai saat survey: 19
  4. Hasil Survey: Foto kegiatan survey (kegiatan survey dan peserta survey) 19

Lampiran 3:  Kegiatan. 19

  1. Tema Kegiatan Project 20
  2. Peserta Kelompok yang hadir dalam kegiatan. 20
  3. Foto kegiatan Project 20

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

BAB I
PENDAHULUAN

I.A Latar Belakang

Nelson Mandela pernah berkata bahwa pendidikan merupakan senjata paling ampuh di dunia ini. Dari kutipan tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa pendidikan masih menjadi sesuatu yang penting bagi negara, terutama untuk setiap individu. Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan merupakan suatu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak dengan tujuan untuk membimbing semua kemampuan kodrat yang ada pada peserta didik agar dapat menjadi anggota masyarakat yang meraih keselamatan hidup yang setinggi-tingginya. Kata pendidikan ini memang terdengar tidak asing di telinga kita karena pendidikan telah menjadi hal yang diwajibkan oleh negara Indonesia. Di era globalisasi ini membuat perkembangan teknologi di dunia mulai mengalami kemajuan untuk membuka sebuah era baru yang menghubungkan berbagai negara di bumi untuk dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Dengan adanya era globalisasi ini, diharapkan semua masyarakat Indonesia menjadi sadar akan pentingan pendidikan.

 

Martin Luther King pernah berkata bahwa pendidikan ditambah dengan karakter merupakan tujuan utama pendidikan. Dapat kita telusuri bahwa pendidikan harus dilaksanakan karena memberikan suatu nilai yang benar, baik nilai ilmu pengetahuan atau nilai moral. Pendidikan tidak semata-mata hanya berfokus pada nilai ilmu pengetahuan. Nilai moral merupakan sebuah nilai penting yang akan menentukan apakah ilmu pengetahuan yang diterima dapat dimanfaatkan dengan baik atau tidak. Bila seseorang pintar dalam hal pelajaran tetapi tidak memiliki nilai moral yang baik, bisa saja orang tersebut akan menggunakan kepintarannya untuk berbuat hal-hal yang merugikan orang lain seperti membuat senjata perang, merakit bom, mengadakan penelitian ilegal, dan lain-lain.

 

Terdapat suatu perumpamaan yang berbunyi “ Kekayaan terbesar sebuah bangsa adalah manusianya, bukan sumber daya alamnya “. Perumpamaan tersebut secara tidak langsung memberi tahu kita bahwa yang terpenting adalah sumber daya manusia ( ilmu pengetahuan dan moral setiap manusia ) bukan sumber daya alam. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap individu, terutama untuk perkembangan negara. Maka dari itu, pendidikan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar dapat memberikan peranan yang penting bagi diri sendiri, orang lain, terutama negara. Bila setiap warga negara dapat memperoleh pendidikan yang baik, maka akan tercipta suatu kualitas dan kuantitas pendidikan di negara kita yang akan menigkatkan atau mengatasi permasalahan yang ada. Sebagai contoh, Indonesia merupakan negara yang memiliki masalah dalam sektor ekonomi. Hal ini disebabkan Indonesia tidak memiliki sumber daya manusia yang memadai, padahal sumber daya alam Indonesia sangat melimpah. Dengan terciptanya kualitas dan kuantitas pada setiap warga negara, hal semacam ini dapat terselesaikan.

 

Sebagai negara berkembang, Indonesia perlu lebih menggiatkan kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan seperti kegiatan mengajar. Untuk membantu mewujudkan pendidikan, kami mengambil langkah kecil untuk ikut serta dalam pembangunan negara dengan mengajar di Yayasan Bina Insan sebagai perwujudan warga negara yang baik.

 

I.B Permasalahan

Sistem pendidikan di Indonesia telah menuai banyak kritik dari berbagai pihak. Indonesia merupakan salah negara yang menerapkan durasi pembelajar yang lama namun tidak sebanding dengan kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan. Mengapa bisa demikian? Sebagian besar warga negara Indonesia masih memiliki paradigma bahwa pendidikan merupakan hal yang memaksa sehingga warga negara Indonesia menghamburkan uang tanpa memperoleh makna pendidikan karena tidak dijalankan dengan sepenuh hati. Hal tersebut merupakan pembentukan nilai moral yang tidak baik dan telah menjadi penyakit kronis untuk negara Indonesia. Bila penyakit ini tidak dapat disembuhkan, sistem pendidikan di Indonesia tidak akan berjalan dengan efektif.

 

Seiring perkembangan generasi warga negara Indonesia, paradigma tersebut semakin menjadi-jadi. Dapat kita lihat, pelajar zaman sekarang sudah berlaku tidak sopan terhadap gurunya, tidak mau diberikan saran oleh gurunya, serta anggapan belajar hanya suatu ‘kewajiban’ sehingga tidak ada satupun pelajaran yang masuk di otak. Dari permasalahan sepele seperti yang telah disebutkan, akan timbul masalah-masalah yang lebih besar seperti adanya tindakan terorisme, korupsi, diskriminasi terhadap kalangan tertentu, dan aksi-aksi yang dapat merugikan negara Indonesia.

Kita harus prihatin terhadap kondisi moral dan pendidikan bangsa Indonesia saat ini. Banyak pelajar zaman sekarang menjadi aktor yang mencoret kredibilitas pendidikan negara ini melalui tindakan-tindakan yang mereka perbuat. Tindakan seperti tidak menghormati guru atau orang yang lebih tua, memakai narkoba, tawuran antar pelajar, melakukan hubungan seks di luar nikah, berbuat curang, ikut bisnis gelap, dan masih banyak yang lain. Bila kondisi moral, pendidikan, dan paradigma yang telah disebutkan sebelumnya tidak dapat diatasi dengan cepat, maka masa depan bangsa Indonesia akan mengalami suatu kehancuran. Bisa kita lihat, sekarang saja anggota pemerintahan banyak melakukan hal-hal tidak benar seperti korupsi atau mengataskan namakan agama hanya untuk memperoleh kekuasaan. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita harus peduli terhadap kondisi pendidikan, terutama moral bangsa Indonesia yang masih jauh dari kata membanggakan negara lewat aksi kecil yang membantu pendidikan serta meningkatkan moral bangsa, salah satunya lewat kegiatan pembelajaran.

 

I.C Rencana Kegiatan

Tanggal Pelaksanaan Lokasi Kegiatan
Rabu. 22 Maret 2017 Yayasan Bina Insan Gemilang Alfabet, Matematika Dasar, Permainan Mendidik
Kamis, 23 Maret 2017 Yayasan Bina Insan Gemilang Alfabet, Matematika Dasar, Permainan Mendidik
Kamis, 30 Maret 2017 Yayasan Bina Insan Gemilang Alfabet, Matematika Dasar, Permainan Mendidik
Kamis, 6 Maret 2017 Yayasan Bina Insan Gemilang Alfabet, Matematika Dasar, Permainan Mendidik

 

Kami akan melakukan sesi pada setiap hari Kamis dan Rabu dimulai tanggal 22 Maret 2017. Waktu pelaksaan berlangsung antara jam 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. Kegiatan kami akan dilakukan oleh semua anggota kelompok sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kami akan memberikan materi yang berbeda atau mengulang materi pada pertemuan sebelumnya. Kami juga telah menyediakan permainan mendidik untuk menghindari adanya kejenuhan saat belajar. Permainan ini akan semakin meningkatkan kreativitas anak-anak.

Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu memperkaya kami sebagai individu yang hidup di lingkungan sosial, memberikan manfaat lebih untuk adik-adik, mensosialisasikan nilai moral yang baik, dan berusaha untuk menjadi warga negara yang peduli dengan sesama.

BAB II
METODE KEGIATAN

 

II.A Pengawalan dan Penutupan Kelas

            Kami akan memulai kelas dengan berdoa sesuai kepercayaan masing-masing. Dari hal kecil ini, kami ingin anak-anak Yayasan Bina Insan menjadi terbiasa untuk berdoa sebelum memulai kegiatan apapun. Kegiatan akan ditutup dengan salam dan pengumpulan tugas bila ada tugas yang diberikan. Jika sesi pembelajaran tidak mencapai kuota waktu yang diberikan, kami telah diinformasikan oleh Ibu Dewi selaku Kepala Sekolah, bahwa kegiatan tersebut dapat dilanjutkan kegiatan belajar mengajar oleh Ibu Dewi.

 

II.B Pembelajaran di Kelas

            Materi pembelajaran akan dibawakan oleh kelompok kami dalam regu yang berjumlah 3 – 5 orang. Materi pembelajaran akan dilaksanakan di dalam kelas dan diberikan secara tatap muka kepada anak-anak di Yayasan Bina Insan Gemilang.

 

Setelah melakukan doa sebelum memulai kegiatan, kami akan memulai materi yang telah kami persiapkan sebelumnya. Materi tersebut meliputi alfabet dan matematika dasar. Pada materi alfabet, kami akan mengajarkan menyebutkan alfabet dari A – Z dan nanti akan semakin berkembang ke tahapan selanjutnya. Pada materi matematika dasar, kami akan mengikuti sistem pendidikan di Yayasan Bina Insan Gemilang, yakni dengan menggunakan metode tangan. Metode ini sangat cocok untuk anak-anak di tempat tersebut karena mudah dimengerti. Dengan metode ini, kami akan mengajarkan perhitungan dasar kepada anak-anak, tentunya kami akan menyesuaikan dengan proses belajar mereka di Yayasan Bina Insan Gemilang.

 

Kami akan menciptakan suasana yang kondusif namun santai agar anak-anak dapat mengikuti pembelajaran dengan aktif dan merasa tidak takut atau malu. Kami akan berusaha untuk memerhatikan setiap anak agar tidak ada rasa iri antar sesama anak. Kami akan berusaha mendekatkan diri dengan anak-anak agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lebih baik.

 

Kami berharap dengan materi pembelajaran yang telah diberikan, anak-anak Yayasan Bina Insan Gemilang dapat semakin berkembang, mengerti, dan memahami materi tersebut. Kami jugaberharap dengan melaksanakan kegiatan ini, kami dapat menjadi warga negara Indonesia yang peduli terhadap sesama.

II.C Permainan Mendidik

            Kami akan mengadakan kegiatan hiburan agar anak-anak tidak jenuh terhadap kegiatan yang kami adakan. Selain menghilangkan rasa jenu, kegiatan ini juga bermanfaat untuk mengulang dan melatih materi yang telah diberikan pada sesi sebelumnya dengan cara yang lebih menyenangkan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan karakter dan kreativitas setiap anak. Dalam kegiatan ini, kreativitas merupakan hal yang penting. Kami ingin mengajarkan bahwa di dalam beberapa kegiatan di luar sana, mengerti suatu materi pembelajaran tidak terlalu berpegaruh terhadap masa depan.

 

Bentuk kegiatan ini berupa permainan mendidik. Di dalam permainan tersebut, diperlukan kreativitas serta etika sebagai media pembentukan moral yang baik. Dengan adanya kegiatan pembelajaran dengan melakukan permainan pendidik, maka akan tercipta suasana pembelajaran yang tidak kaku namun anak-anak dapat mengerti terhadap materi yang disampaikan. Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, anak-anak akan semakin berkarakter baik, santun, kreatif, serta giat menjalankan kegiatan-kegiatan yang membantu mewujudkan kemajuan Indonesia.

 

 

 

BAB III
KONSEP

 

III.A Pendidikan Kewarganegaraan dan Tujuannya

Pendidikan kewarganegaraan hampir dilakukan oleh hampir seluruh bangsa di dunia dengan menggunakan nama yang berbeda-beda seperti civic education, citizenship education, democracy education, dan lain sebagainya. Pendidikan kewarganegaraan memiliki peran yang strategis dalam mempersiapkan warga negara yang cerdasm bertanggung jawab, dan berkeadaban. Menurut rumusan Civic International (1995), pendidikan demokrasi penting bagi pertumbuhan civic culture untuk keberhasilan pengembangan dan pemeliharaan pemerintahan. Inilah satu tujuan penting pendidikan civic ataupun citizenship untuk mengatasi political apastism demokrasi (Azyumadi Azra, 2002:12).

 

Semua negara yang secara formal menganut demokrasi menerapkan pendidikan kewarganegaraan dengan muatan, demokrasi, rule of law, HAM, perdamaian, dan selalu mengaitkan dengan kondisi situasional negara dan bangsa masing-masing. Pendidikan kewarganegaraan di Indonesia semestinya menjadi tanggung jawab semua pihak (Hamdan Mansoer, 2004:4).

 

Searah dengan perubahan pendidikan ke masa depan dan dinamikan internal bangsa Indonesia. Program pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi harus mencapai tujuan:
1) Mengembangkan sikap dan perilaku kewarganegaraan yang mengapresiasi nilai, moral etika, dan religius.
2) Menjadi warga negara yang cerdas berkarakter, menunjung tinggi nilai kemanusiaan.
3) Menumbuhkembangkan jiwa dan semangat nasionalismen, dan rasa cinta pada tanah air.
4) Mengembangkan sikap demokratik berkeadaban dan bertanggung jawab, serta mengembangkan kemampuan kompetitif bangsa di era globalisasi.
5) Menjunjung tinggi nilai keadilan.

 

Pendidikan kewarganegaraan merupakan program nasional yang wajib diikuti oleh setiap peserta didik dengan tujuan menumbuhkan sikap cinta terhadap bangsa dan negara Indonesia (nasionalisme). Sikap nasionalisme tidak diekspresikan tanpa sikap kristis setiap warga negara, melainkan dibangun atas kesadaran setiap warga negara mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara. Dengan sikap tersebut, diharapkan setiap warga negara dapat berpatisipiasi dalam membangun kemajuan bangsa dan negara baik dalam bidang politik, sosial, ekonomi, budaya, terutama pendidikan.

 

III.B Warga Negara dan Kewarganegaraan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, warga negara adalah penduduk sebuah negara atau bangsa yang didasarkan keturunan, tempat kelahiran, dan mempunyai kewajiban dan hak penuh sebagain seorang warga negara dari negara itu. Menurut Undang-Undang Kewarganegaraan No. 12 tahun 2006 pasal 4 mendefinisikan warga negara Indonesia sebagai berikut:
1) Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundangan dan perjanjian Pemerintah Republik Indonesia dengan negara lain sebelum Undang-Undang ini berlaku sudah menjadi Warga Negara Indonesia.
2) Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia.
3) Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah Warga Negara Indonesia dan ibu Warga Negara Asing.
4) Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah Warga Negara Asing dan ibu Warga Negara Indonesia
5) Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara Indonesia, tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan sehingga anaknya tidak mendapatkan kewarganegaraan.
6) Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya Warga Negara Indonesia.
7) Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara Indonesia.
8) Anak yang lahir di wilayah Negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
9) Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah Negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui.

 

 

Kewarganegaraan menurut pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 adalah segala hal ikhwal yang berhubungan dengan warga negara. Kewarganegaraan mencakup status kewarganegaraan, pelaksanaan kewarganegaraan, dan kesadaran kewarganergaraan. Kesadaran kewarganegaraan dapat dibentuk oleh elemen-elemen seperti:
1) Pengetahuan tentang hak-hak dan kewajiban warga negara.
2) Indetifikasi negara sebagai yang bertanggung jawab memberikan hak-hak dan kewajiban dengan alat hukum dan kebijakan-kebijakan yang menjamin keterpenuhannya.
3) Pengakuan alat-alat yang sah untuk membuat tuntutan.

III.C Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia

Adapun hak-hak sebagai Warga Negara Indonesia menurut Undang-Undang Dasar 1945 yaitu:
1) Tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak
2) Setiap orang berhak untuk hidup, memperhatankan hidup, dan kehidupannya.
3) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.
4) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
5) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan, dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, dan budaya, serta meningkatkan kualitas hidup demi kesejahteraan umat manusia.
6) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya.
7) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di depan hukum.
8) Setiap warga negara berhak untuk bekerja serta mendapatkan imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.
9) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.
10) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.
11) Setiap orang bebas memeluk agama, meyakini kepercayaan dan bebas berserikat/berkumpul serta mengeluarkan pendapat.
12) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan

 

Adapun kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia menurut Undang-Undang Dasar 1945 yaitu:
1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
2) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
3) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
4) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang diterapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat yang demokratis.
5) Tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pertahanan dan keamanan negara.
6) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

 

III.D Menjadi Warga Negara Indonesia yang Baik
Berikut merupakan cara menjadi Warga Negara Indonesia yang baik:
1) Ikut berpartisipasi dalam pemilu.
2) Belajar dengan sungguh-sungguh sehingga menjadi pelajar yang baik dan berprestasi.
3) Aktif membaca berita.
4) Memberikan bantuan kepada korban bencana atau yang mebutuhkan.
5) Menjaga kesehatan untuk meningkatkan angka kesejahteraan bangsa.
6) Memanfaatkan sosial media dengan baik dan benar.
7) Tidak membuang sampah sembarangan.
8) Mengembangkan potensi diri.
9) Membangun hubungan baik dengan sesama warga negara.
10) Melindungi tanah air.
Dari teori-teori di atas, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan wajib mengikuti pendidikan. Walaupun dikatakan bahwa pemerintah akan menanggung segala biaya pendidikan, namun nyatanya hal tersebut tidak berjalan dengan baik. Kegiatan mengajar yang akan kami laksanakan merupakan sebuah pengamalan menjadi Warga Negara Indonesia yang baik karena kami secara tidak langsung membangun hubungan yang baik dengan sesama warga negara, mengembangkan potensi diri kami dalam mengajar, memberikan bantuan tenaga pendidikan kepada anak-anak di tempat tersebut, serta merupakan salah satu perwujudan bahwa kami telah bersungguh-sungguh menjadi pelajar yang baik dan serius dalam menempuh pendidikan.

 

 

 

 

BAB IV
PELAKSANAAN KEGIATAN

 

IV.A Deskripsi

Pada tujuan dan konsep awal dilakukannya kegiatan ini telah dipaparkan bahwa tujuan yang utama dari dilakukannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk kepedulian sesama warga negara , kepedulian terhadap lingkungan . Salah satu cara yang kami dapat lakukan untuk mewujudkan kepedulian kami secara nyata  adalah dengan mengadakan kegiatan yang berbasiskan bidang pendidikan ini , karena pendidikan sendiri sangat berguna bagi semua individu , yang nantinya dapat meningkatkan kualitas warga negara lain sedikit demi sedikit . Untuk meningkatkan pendidikan , kualitas kecerdasan / intelegensi adalah hal yang penting namun kualitas moral juga merupakan hal yang tidak kalah pentingnya sehingga pada kegiatan kami akan berfokus pada kualitas moral dan juga kualitas kecerdasan .

 

IV.B Lokasi Kegiatan

 

Lokasi Kegiatan : Yayasan Bina Insan Gemilang

Alamat :

Jl. Peninggaran Timur II No.1, RT.6/RW.9, Kby. Lama Utara, Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12240 .

 

IV.C Waktu Kegiatan

 

 

Tanggal Pelaksanaan Lokasi Kegiatan
Rabu. 22 Maret 2017 Yayasan Bina Insan Gemilang Alfabet, Matematika Dasar, Permainan Mendidik
Kamis, 23 Maret 2017 Yayasan Bina Insan Gemilang Alfabet, Matematika Dasar, Permainan Mendidik
Kamis, 30 Maret 2017 Yayasan Bina Insan Gemilang Alfabet, Matematika Dasar, Permainan Mendidik
Kamis, 6 Maret 2017 Yayasan Bina Insan Gemilang Alfabet, Matematika Dasar, Permainan Mendidik

 

Ada perubahan jadwal yang dilakukan pada realisasi kegiatan , karena bertabrakan dengan kegiatan – kegiatan lain yang dijalankan masing – masing anggota kelompok

Berikut adalah jadwal realisasi kegiatan yang telah dilakukan :

 

Tanggal Pelaksanaan Lokasi Materi Kegiatan
Selasa , 4 april 2017 Yayasan Bina Insan Gemilang Mengenal Geometri dan Berhitung
Senin , 10 april 2017 Yayasan Bina Insan Gemilang Berhitung
Kamis , 13 april 2017 Yayasan Bina Insan Gemilang Alfabet
Senin , 17 april 2017 Yayasan Bina Insan Gemilang Berhitung

 

Kegiatan yang dilakukan juga disesuaikan dengan teknik pengajaran serta tema pengajaran yang telah ditentukan oleh tempat yang bersangkutan sehingga sedikit berbeda dari rencana kegiatan .

Untuk detail waktu setiap kegiatan adalah sama , dan akan dijabarkan sebagai berikut :

 

Waktu Jenis Kegiatan
08.00 – 08.30 Membaca
08.30 – 10.00 Materi

 

IV.D Mekanisme Kegiatan

Kegiatan sosial yang kami lakukan dimulai dengan perkenalan pada hari awal  ,untuk bagian kegiatan selanjutnya akan dijabarkan sebaga berikut :

 

  1. Kegiatan Membaca

Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan kurikulum tempat yang bersangkutan . Kegiatan membaca ini juga dilakukan karena target peserta yang mengikuti kegiatan pendidikan kami berjangka umur anak – anak Sekolah Dasar kelas 1 sampai kelas 6 . Peserta membawa buku bacaannya sendiri , yang batas bahan untuk latihan bacanya telah dikoordinasikan dengan pihak yayasan sendiri .

 

  1. Kegiatan Mengajar

             Kegiatan ini merupakan kegiatan inti dari kegiatan sosial kami . Tema setiap harinya berbeda – beda sesuai dengan kurikulum tempat yang bersangkutan . Namun inti dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan intelegensi anak – anak tersebut serta menyisipkan pelajaran – pelajaran kecil tentang moral dan etika yang secara tak langsung diajarkan saat kegiatan berlangsung.

IV.E Pihak – Pihak yang dilibatkan

Kami dibantu oleh Ibu Dewi , selaku kepala Yayasan dan Ibu- ibu guru yang sehari – harinya mengajarkan materi di kelas , yang kami pinjam untuk melakukan kegiatan sosial ini . Selaku itu , kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Yayasan serta guru- guru melewati laporan ini.

BAB V
PENUTUP

 

V.A Kesimpulan

Dalam satu kelas , setiap anak memiliki karakteristik dan sifat masing – masing . Agar suatu kelas kondusif , mereka harus mengerti satu sama lain agar tidak adanya kegaduhan serta perlu adanya pengarah kelas , agar kelas tetap tertib dan harmonis serta kondusif untuk suasana belajar . Kegaduhan dalam kelas adalah hal yang biasa , kegaduhan terjadi bukan karena mereka bodoh , bukan karena mereka tidak memiliki akal budi yang cukup untuk menghindari membuat kegaduhan . Mereka hanya tidak mengerti tentang pihak lain secara jelas dan tidak mendapatkan pengertian yang jelas tentang : mengapa mereka tidak boleh berbuat gaduh dan apa akibat dari mereka berbuat gaduh .

Deskripsi kelas tersebut , mencerminkan keadaan keberagamaan di Indonesia , dimana setiap anak melambangkan warga negara yang dimana memiliki suku , agama serta ras yang berbeda – beda .

Pengarah kelas dilambangkan sebagai pengawas serta pegawai pemerintahan yang tugasnya untuk mengarahkan negara menuju ke suatu hal yang ingin dituju demi kebaikan bersama , yang tentunya untuk rakyat . Namun sebagaimana di suatu kelas , ada anak yang bisa menyarankan pendapat serta mengkritik suatu tindakan guru , Negara dirasa sangat perlu untuk mendengarkan pendapat rakyat dan masukkan rakyat untuk tercapainya suatu tujuan negara .

Kegaduhan dalam kelas melambangkan konflik – konflik yang terjadi di suatu negara. Maka dari itu , untuk mengurangi dan memadamkan konflik , perlu ada mediasi , mengerti satu sama lain terlebih dahulu , kemudian mendapatkan pengertian alasan mengenai larangan terjadinya konflik tersebut dan akibat dari konflik tersebut .

 

 

V.B Saran dan Refleksi

Refleksi Nico Richardo

Pada semester lalu , saya telah melakukan hal serupa dengan kegiatan ini , di tempat yang sama pula. Dengan begitu , beberapa dari anak – anak yang saya ajarkan mengenali saya dan juga sebaliknya . Tetapi saat memulai sesi pengajaran , ternyata saya mendapatkan kelas dimana saya tidak mengenal satu pun anak – anak itu . Seperti mengulang dari awal , saya berusaha untuk berinteraksi dan mengenal mereka secara keseluruhan untuk dapat mengajarkan pelajaran eksak maupun moral sesuai dengan kebiasaan saat mereka belajar .

 

Ada beberapa anak yang memberi kesan sendiri bagi saya dan ini menyadarkan saya bahwa pentingnya pendidikan serta pentingnya toleransi antar manusia dan warga . Saya menyadari bahwa suatu kelas tidak akan harmonis, tenang dan tertib jika anak – anak itu tidak memiliki pengertian yang benar tentang orang lain selain dirinya sendiri . Beberapa anak akan menunjukkan sikap egois ataupun tidak mau mengalah , bahkan memulai adu fisik ( yang dalam skala besar bisa disebut konflik ) . Mediasi untuk mengerti satu sama lain adalah hal yang terbukti dapat mengatasinya ( saya mengajak kedua anak itu bersalaman sebagai tanda maaf dan belajar meminta maaf jika melakukan kesalahan serta belajar memaafkan orang lain , bukan bermaksud sombong , tetapi ini adalah sebagai contoh nyata yang dapat dilakukan sebagai mediasi ) . Saya harap dengan kedatangan kelompok kami dan pengadaan kegiatan sosial ini , anak – anak ini dapat tumbuh dan berkembang , menjalankan kewajiban sebagai warga negara dan dapat mempertahankan haknya sebagai warga negara serta bersatu untuk membangun Indonesia .

 

Refleksi Daniel Laoh

Kegiatan belajar mengajar bersama Yayasan Bina Insan Gemilang sangat menyenangkan dan meninggalkan banyak kenangan. Dari kegiatan ini, saya dapat belajar untuk semakin terampil dalam berkomunikasi, melatih kesabaran, dan berlatih menjadi guru yang baik. Awalnya pada saat saya dan teman-teman datang mengajar pertama kali ke sana, kegiatan belajar mengajar tidak terlalu berjalan efektif karena bahasa atau cara kami mengajar tidak sesuai dengan gaya belajar mereka. Hal ini menjadi masalah besar bagi kami untuk pertemuan kedua, namun kami dapat mengubah gaya mengajar kami sehingga dapat dimengerti oleh anak-anak.

 

Saya melihat anak-anak di Yayasan Bina Insan Gemilang memang tergolong pandai, tetapi sering sekali saya mendengar anak-anak Yayasan Bina Insan Gemilang berbicara tidak sopan. Bahkan, mereka sempat memanggil kami dengan sebutan binatang.

 

Dari proses belajar mengajar selama empat hari ini, saya belajar bahwa di luar sana (negara Indonesia) terdapat berbagai macam tipe orang. Kita harus dapat menyesuaikan dengan segala kondisi agar hubungan komunikasi antara kita dengan orang lain dapat berjalan dengan baik. Bila kita tidak dapat menyesuaikan dengan kondisi yang berubah-rubah, hubungan komunikasi dapat terganggu. Hal ini menyebabkan timbulnya rasa tidak mau peduli dan tidak hormat antara sesama yang dapat mengarah pada hancurnya kesatuan bangsa Indonesia seperti sekarang ini.

 

Namun, saya rasa kami telah melaksanakan tindakan konkrit dalam mengiplementasikan kewajiban sebagai warga negara. Selain membantu mengajar, kami juga mengajarkan mereka etika yang baik. Kami harap, anak-anak Yayasan Bina Insan Gemilang dapat menerapkan etika baik tersebut.

 

 

 

Refleksi Timoteus Dennis

Kegiatan belajar mengajar di Yayasan Bina Insan Gemilang sangat berkesan untuk saya. Disana, saya belajar untuk bersabar, berkomunikasi, dan mengajarkan hal-hal yang baru kepada orang lain. Pada hari pertama dan kedua, cara mengajar saya memang kurang efektif dikarenakan saya yang kurang terbiasa untuk mengajar, terutama mereka yang masih jauh lebih muda. Namun, mulai hari ketiga, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih baik.

 

Disini saya melihat berbagai macam sifat anak-anak, mulai dari yang iseng dengan temannya, iseng kepada kami, sampai yang diam-diam saja. Meskipun begitu, sebagian besar dari mereka merupakan anak-anak yang cerdas. Mereka mampu menangkap pelajaran dengan baik, walaupun ada beberapa yang masih kesulitan.

 

Dalam kegiatan ini, saya belajar mengenal orang-orang lebih baik, terutama karena mereka memiliki sikap yang berbeda-beda. Saya diharuskan untuk menyikapi setiap anak sesuai dengan karakteristik mereka masing-masing, sehingga saya dapat berkomunikasi dengan baik kepada mereka.

 

Menurut saya, kegiatan ini merupakan contoh konkrit dalam kewajiban sebagai warga negara. Selain membantu mengajar, kami juga mencoba mengajarkan sikap yang baik. Dengan demikian, kami berharap para anak-anak di Yayasan Bina Insan Gemilang dapat menjadi anak yang lebih baik di masa depan.

 

 

Refleksi Linando Saputra

Memberikan pengajaran kepada anak-anak merupakan pengalaman baru bagi saya yang masih duduk di bangku kuliah. Awalnya saya takut bagaimana harus memberikan pengajaran kepada mereka. Ada juga saat dimana saya merasa malas untuk melaksanakan kegiatan ini. Tapi setelah 4 kali saya melakukan pengajaran, makin ke sini saya makin sadar dampak pengajaran yang saya laksanakan. Banyak hal yang dapat saya pelajari dari kegiatan ini, seperti indahnya berbagi pengetahuan, melatih kesabaran ketika anak-anaknya ada yang nakal, membuat kita lebih bersyukur akan hidup kita sendiri karena ternyata diluar sana ada anak-anak yang kurang beruntung daripada kita. Dengan kegiatan pengajaran ini saya rasa saya telah melakukan kewajiban saya sebagai warga negara, dan saya berharap semoga pengajaran yang kami lakukan bermanfaat bagi anak-anak Yayasan Bina Insan Gemilang.

 

Refleksi Tandi Wijaya

Selama proses persiapan dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di Yayasan Bina Insan Gemilang, saya pikir banyak sekali nilai nilai yg dapat kita ambil, terutama nilai nilai kita sebagai warga negara Indonesia.

 

Pada saat mengajar di Yayasan Bina Insan Gemilang, saya merasakan betapa pentingnya peran seorang pengajar untuk memberikan ilmu pengetahuan agar bisa meningkatkan kualitas pendidikan di negara Indonesia ini.

 

Kegiatan belajar mengajar itu juga sangat bermanfaat untuk anak – anak yg dididik, karena dengan berbekal ilmu yg diberikan oleh pengajar pada saat kegiatan, anak – anak tersebut dapat memanfaatkannya agar bisa menjadi suatu hal yg berguna dan positif untuk dirinya dan lingkungan disekitarnya. Kegiatan yg dilaksanakan selama 4 pertemuan tersebut merupakan suatu kegiatan yang tidak akan pernah terlupakan, karena pada saat kegiatan berakhir pun, saya masih dapat merasakan nilai nilai tersebut yg telah membekas dalan diri saya. Semoga kedepannya, akan ada banyak orang yang lebih berinisiatif untuk mengajar masyarakat Indonesia agar negara ini bisa menjadi lebih baik.

 

 

 

REFERENSI

 

Marti, 17 Cara Jadi Warga Negara Yang Baik (Bagian 1),

http://cewekbanget.id/Love-Life-And-Sex-Education/17-Cara-Jadi-Warga-Negara-Yang-Baik-Bagian-1 diakses (15 Maret 2017)

 

Nurul, Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia,

http://nurulhaj19.wordpress.com/hak-dan-kewajiban-warga-negara-indonesia/ diakses (15 Maret 2017)

 

Sekretariat Jenderal MPR RI (2012). Panduan Pemasyarakatan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Jakarta: Sekjen MPR RI.

 

Tim Penulis CB (2014). Character Building: Kewarganegaraan. Jakarta: Binus University.

 

Tim Edukasi PPKN, Pengertian Warga Negara dan Kewarganegaraan,

http://www.edukasippkn.com/2015/09/pengertian-warga-negara-kewarganegaraan.html  diakses (15 Maret 2017)

 

Tim Penulis LahIya, Penjelasan Lengkap Mengenai Pendidikan dan Tujuannya,

http://www.lahiya.com/pengertian-pendidikan-dan-tujuan-menurut-ahli/ diakses (15 Maret 2017)

 

Veera Ilona Iija, An Analysis of the Concept of Citizenship: Legal, Political, and Social Dimensions,          https://helda.helsinki.ti/bitatream/handle/10138/29256/veerasthesisFINAL.pdf?sequence=2  diakses (15 Maret 2017).

 

 


 

LAMPIRAN

 

 

Lampiran 1: Notulensi Kegiatan Diskusi Kelompok

 

  1. Tema Diskusi

Judul Kegiatan :

 

Mengajar Anak-Anak Yayasan Bina Insan Gemilang untuk Menjadi Warga Negara Indonesia yang Baik

           

Pemilihan Lokasi Kegiatan :

 

Yayasan Bina Insan Gemilang

 

Pembagian tugas Kegiatan :

 

Nama Tugas
Nico Richardo Koordinasi Anggota
Daniel Laoh Persiapan Materi
Timoteus Dennis Penjadwalan Kegiatan
Linando Saputra Perlengkapan Kegiatan
Tandi Wijaya Dokumentasi
William Sidarta Dokumentasi

 

Metode yang digunakan :

Pembelajaran  dan  permainan  mendidik.

Pembelajaran terdiri dari 2 metode , metode klasikal dan metode mentoring.

 

Anggaran Kegiatan :

Berkisar Rp 60.000 / orang untuk transportasi.

Berkisar Rp20.000 / orang untuk hadiah perpisahan.

Total  : Rp 520.000

 

 

2. Tempat dan Waktu Diskusi

            Tempat dan Waktu Diskusi : Di kos , jam 15.20 – selesai

 

3. Peserta Diskusi

           

Nama Kehadiran
Nico Richardo Hadir
Daniel Laoh Hadir
Timoteus Dennis Hadir
Linando Saputra Hadir
Tandi Wijaya Hadir
William Sidarta Tidak Hadir

 

4. Kesimpulan Diskusi Kelompok

  • Akan diadakan kegiatan dengan jangka waktu minimal 1 jam 30 menit
  • Jumlah kegiatan sosial yang akan dilakukan adalah 4 kali dan melakukan survey 1 kali .
  • Materi pokok yang akan diajarkan adalah matematika dasar dan alfabet , namun tingkat kesulitan materi akan disesuaikan dengan peserta .
  • Kegiatan sosial dalam bentuk pembelajaran akan dimulai pada pukul 07.00 dan dilaksanakan diantara setiap hari Rabu dan Kamis
  • Melakukan kegiatan daur ulang pada kegiatan hari terakhir

 

Foto Kegiatan Diskusi

Lampiran 2: Survey Lokasi

 

1. Lokasi Yang Disurvey

 

Lokasi Kegiatan : Yayasan Bina Insan Gemilang

Alamat :

Jl. Peninggaran Timur II No.1, RT.6/RW.9, Kby. Lama Utara, Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12240 .

 

2. Peserta Survey:

Nama Kehadiran
Nico Richardo Hadir
Daniel Laoh Hadir
Timoteus Dennis Hadir
Linando Saputra Hadir
Tandi Wijaya Hadir
William Sidarta Tidak Hadir

3. Pihak yang dijumpai saat survey:

Ibu Dewi , Selaku Kepala Yayasan Bina Insan Gemilang

 

4. Hasil Survey:

 

 

 

 

Lampiran 3:  Kegiatan

 

1. Tema Kegiatan Project

Tema Kegiatan 1 :     “Kotaku Kota Jakarta “

Tema Kegiatan 2 :     “Semua Tentang Alam Pedesaan”

Tema Kegiatan 3 :     “Ciptaan Tuhan di Langit “

Tema Kegiatan 4 :      “Menjelaskan Kegunaan Benda di Langit ( Matahari , Bulan , Bintang)

 

2. Peserta Kelompok yang hadir dalam kegiatan

 

Berikut ada lah kehadiran anggota kelompok di setiap kegiatan :

 

Nama Kegiatan 1 Kegiatan 2 Kegiatan 3 Kegiatan 4
Nico Richardo Hadir Hadir Hadir Hadir
Daniel Laoh Hadir Hadir Hadir Hadir
Timoteus Dennis Hadir Hadir Hadir Hadir
Linando Saputra Hadir Hadir Hadir Hadir
Tandi Wijaya Hadir Hadir Hadir Hadir
William Sidarta Tidak Hadir Tidak Hadir Tidak Hadir Tidak Hadir

 

3. Foto kegiatan Project

 

            Kegiatan 1

Tema Kegiatan 1 :     “Kotaku Kota Jakarta “

 

Diawali dengan kegiatan membaca

 

                                                    

 

 

            Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar geometri serta berhitung …

 

   

 

 

 

Kegiatan 2

Tema Kegiatan 2 :     “Semua Tentang Alam Pedesaan”

 

Diawali dengan kegiatan membaca

 

 

Kemudian dilanjutkan dengan materi pengurangan ..

Kegiatan 3

Tema Kegiatan 3 :     “Ciptaan Tuhan di Langit “

 

Diawali dengan kegiatan membaca ..

 

 

Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan belajar menulis huruf besar    ..

 

 

 

 

 

Kegiatan 4

Tema Kegiatan 4 :      “Menjelaskan Kegunaan Benda di Langit ( Matahari , Bulan , Bintang)

           

Diawali dengan kegiatan membaca ..

 

 

 

Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan berhitung penjumlahan ..     

 

 

 

Untuk mengakhiri Lampiran Kegiatan

Berikut adalah video yang kami berasil dokumentasikan mengenai kegiatan kami

Link : https://www.youtube.com/watch?v=psiLcVd4ctE&feature=youtu.be

 

Lampiran 4:  Diskusi Pembuatan Laporan Akhir

 

1. Tema Diskusi

 Model Pembuatan Laporan Akhir :

Laporan akhir berupa laporan kegiatan , yang dimana format laporan telah disesuaikan dengan ketentuan dari pihak Teach For Indonesia .

 

 

Pembagian Tugas Pembuatan Laporan Akhir :

 

Nama Peran
Nico Richardo Bab 5 dan Lampiran 4
Daniel Laoh Bab 4
Timoteus Dennis Lampiran 1
Linando Saputra Lampiran 2
Tandi Wijaya Lampiran 3
William Sidarta

 

2. Tempat dan Waktu Diskusi

Tempat Diskusi :

Di kos.

 

Waktu Diskusi :

                        14.00 – selesai

 

 

3. Peserta Diskusi

Nama Kehadiran
Nico Richardo Hadir
Daniel Laoh Hadir
Timoteus Dennis Hadir
Linando Saputra Hadir
Tandi Wijaya Hadir
William Sidarta Tidak Hadir

 

4. Kesimpulan Diskusi Kelompok

 

Diskusi berujung pada pembagian tugas masing – masing anggota . Diskusi hanya untuk sekedar memastikan bahwa anggota kelompok mengetahui dengan baik hal – hal apa yang harus dikerjakan per individu .

Waktu diskusi sekitar 45 menit , yang dimana membahas berbagai perlengkapan media foto dan video yang diambil saat kegiata dan hal lainnya .

Pengerjaan laporan dikerjakan masing – masing individu dengan saling bersangkutan satu sama lain dan kemudian dijadikan sebuah laporan akhir.

 

 

Advertisement

Leave a Reply